Sedekah bumi wujud syukur dan pelestarian tradisi desa Raci

Sedekah bumi atau bersih desa adalah tradisi yang rutin digelar setiap tahun. Tradisi ini diyakini masyarakat setempat mengandung unsur tuah dan kesakralan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Bentuk upacara untuk melangsungkan sedekah bumi juga berbeda-beda, mowo deso mowo coro (setiap desa memiliki cara atau adat sendiri-sendiri). Hari ini sedekah bumi desa Raci bertepatan dengan kirab hari jadi kabupaten Pati yang ke 696.

Sedekah bumi desa raci sendiri setiap tahunnya pada hari rabu wage bulan apit atau besar. Sebelum hari H biasanya masyarakat memberikan nasi ke sanak saudara, atau lebih dikenal dengan istilah weweh. Hal tersebut merupakan tradisi turun temurun, begitu pula yang mendapat wewehan juga akan melakukan hal yang sama ketika desanya hendak melakukan acara sedekah bumi. Pada hari rabu wage pagi sekitar jam 7, masyarakat beserta sesepuh dan kepala desa berkumpul di Punden untuk melaksanakan ritual dan doa bersama, dengan membawa ambengan untuk dibagikan. Ada 4 lokasi didesa Raci dalam pelaksanaan ritual doa bersama sedekah bumi yaitu,, Punden Raci, Sumur brumbung, Pulo Sawahan, serta Punden Ketitang kulon. Ritual sedekah bumi Di Punden dukuh Ketitang kulon dilaksanakan esok harinya yaitu Kamis kliwon.

Untuk memeriahkan acara sedekah bumi, warga desa Raci juga menyelenggarakan pertunjukan kesenian budaya seperti, sindenan, campursari, wayang kulit, barongan dan ketoprak secara berturut-turut. Selain pertunjukan kesenian,ada juga perlombaan yang diadakan yaitu lomba volly, sepak bola, lomba untuk ibu-ibu, dan pentas seni untuk anak-anak.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan